Target 10 Juta Agen Asuransi Buka Lapangan Kerja dan Kurangi Kemiskinan

Target 10 Juta Agen Asuransi Buka Lapangan Kerja dan Kurangi Kemiskinan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan merekrut sedikitnya 10 juta agen asuransi dalam beberapa tahun. Program ini dinilai bisa membuka lapangan pekerjaan sekaligus mengurangi kemiskinan di Indonesia melalui profesi sebagai agen asuransi jiwa, semoga Target 10 Juta Agen Asuransi Buka Lapangan Kerja dan Kurangi Kemiskinan menjadi solusi bagi para karyawan dan anak muda lebih produktif bukan sebaliknya yang selama ini masyarakat Indonesia lebih banyak konsumtif.

cara daftar agen asuransi

Jadi memang kita akan buat pola, kita akan membentuk lapangan kerja yang luas, menurunkan tingkat kemiskinan, lapangan kerja bisa kita bangun,” ujar Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim kepada detikFinance, Rabu (21/10/2015). seperti yang diliput https://finance.detik.com/moneter/d-3050028/target-10-juta-agen-asuransi-buka-lapangan-kerja-dan-kurangi-kemiskinan

Beliau menjelaskan, program ini tentu memerlukan dukungan dari berbagai perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.

Pihaknya akan menggandeng seluruh perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia untuk ikut melakukan perekrutan 10 juta agen asuransi, apalagi pihak perusahaan Asuransi Jiwa CAR melalui Program 3i-Networks yang telah mengubah kehidupan masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang lebih baik dengan berpenghasilan jutaan hingga puluhan juta perbulan.

Ini kan harus dilakukan dengan perencananaan yang bagus, kita bawa semua perusahaan asuransi jiwa. Kita akan sosialisasikan, profesi adalah suatu profesi bagus, mendidik, sehingga punya agen yang banyak, katanya.

Saat ini, Hendrisman menyebutkan, total agen asuransi baru mencapai 438.000 agen. Hingga akhir tahun, pihaknya menargetkan bisa menambah agen menjadi 500.000 agen.

Lima ratus ribu masih sedikit. Kalau banyak, kita bisa memperluas jaringan distribusi kita, sekarang kan ada 52 perusahaan asuransi jiwa, mereka punya kantor cabang di seluruh Indonesia, jadi bisa untuk menggandeng 10 juta agen, jelas dia.

Melalui program ini, Hendrisman melanjutkan, akan membuka lapangan kerja baru dan menekan angka kemiskinan.

Mahasiswa dan para ibu rumah tangga atau para pekerja paruh waktu (part timer) bisa ikut berpartisipasi menjadi agen asuransi.

Para agen asuransi ini nantinya tentu akan mendapatkan imbal hasil dari partisipasinya menjadi agen asuransi.

Meski demikian, Hendrisman belum mau menjelaskan lebih detil soal besaran honor atau upah dari para agen asuransi ini termasuk bonus (fee).

“Belum dibahas. Ini satu tujuan bagus, jadi kita comply, ini akan memberikan hasil, dari komisi penjualan, jadi semua terpenuhi, memberikan value added. Itu biar nanti perusahaan asuransi langsung yang membahas,” katanya.

Perkembangan Profesi Agen Asuransi sangat menggiurkan terlebih dengan program 3i Networks yang dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi Jiwa CAR dengan mengadopsi teknologi informasi untuk mengembangkan jaringan keagenan asuransi dengan produk unit link.

Baca juga>>> OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

Dapatkan Pelatihan dan Pendidikan sebagai Agen Asuransi dan Miliki Penghasilan Puluhan Juta Per Bulan

Info Hubungan Agen Asuransi Berlisensi WA 085285335977

agen asuransi

OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

OJK menargetkan bisa menjaring 10 juta agen asuransi dalam beberapa tahun ke depan, melalui kerjasamanya dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memberikan sinyal masa depan yang cerah bagi tenaga agent asuransi di Indonesia, inilah target OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi, seperti yang diberitakan melalui media online finance.detik.com/moneter/d-3117458/ojk-buka-lapangan-kerja-lewat-10-juta-agen-asuransi 

OJK Buka Lapangan Kerja Lewat 10 Juta Agen Asuransi

Ada rencana mau merekrut 10 juta agen asuransi, bertahap selama beberapa tahun untuk bisa mengakses dan memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat, produknya asuransi mikro dan mikro syariah, juga konvensional,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, kepada detikFinance, Rabu (12/1/2016).

Selain itu, Muliaman menyebutkan, OJK juga melakukan optimalisasi kapasitas asuransi dan reasuransi dalam negeri; revitalisasi modal ventura dan pengembangan asuransi mikro; serta penyesuaian uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi Perusahaan Pembiayaan.

Muliaman menjelaskan, banyak alasan kenapa perekrutan agen asuransi dilakukan secara agresif.

Pertama, layanan dari perusahaan asuransi dan perusahaan pembiayaan cenderung memanfaatkan kantor cabang bukan hanya asuransi tapi bank, sehingga belum seluruh masyarakat Indonesia merasa dekat dengan layanan keuangan karena kantor-kantor cabang pada umumnya ada di kota-kota.

“Makanya kemarin kita sudah mulai dengan laku pandai dan sebagainya. Sekarang ini kita akan dorong semakin banyak jumlah agen, tidak hanya agen yang mewakili bank tapi juga merangkap asuransi, tidak hanya yang konvensional tapi juga syariah, terutama asuransi mikro,” terang dia.

Menurutnya, target menjaring 10 juta agen asuransi bukan sesuatu yang mustahil. Melalui kecanggihan teknologi, semua hal bisa dijangkau.

“Karena teknologi bisa memungkinkan itu terjadi. Kenapa ini memiliki urgensi tinggi? Karena kita ingin buka seluas-luasnya layanan masyarakat dan juga seluas-luasnya meningkatkan pengetahuan keuangan,” ucap Muliaman.

Selama ini, kata Muliaman, perekrutan agen asuransi cenderung sangat konvensional, kadang-kadang meminta kehadiran fisik dan cenderung administrasinya bertele-tele. Bahkan kadang-kadang proses pendidikan untuk menjadi agen juga membutuhkan waktu yang cukup lama, penyelesaian sertifikasinya karena memang tidak dilakukan secara terintegrasi.

“Kemudian apa yang sekarang terjadi di asuransi dan pembiayaan, metode pemasaran masih sangat konvensional, apalagi asuransi yang jauh kalah sama bank dan juga perusahaan pembiayaan, makanya kita ingin tingkatkan kapasitasnya,” tuturnya.

Melalui perekrutan 10 juta agen asuransi, Muliaman menyebutkan, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih mudah melakukan akses layanan keuangan yang tentu saja nantinya tidak hanya asuransi tapi layanan keuangan lainnya.

“Nah, agen asuransi ini nantinya dapat menjelaskan produk-produk asuransi kepada masyarakat, dan dengan menggunakan teknologi seperti di perbankan, mudah-mudahan bisa mempermudah kegiatan edukasinya karena nanti akan ada dukungan teknologi,” jelas dia.

Lebih jauh Muliaman menjelaskan, nantinya pola perekrutan agen asuransi dilakukan melalui pendidikan pelatihan yang standar sehingga diharapkan generasi muda khususnya mahasiswa atau wiraswasta bisa memanfaatkan peluang ini.

“Sambil kerja atau part timer dia bisa jadi agen asuransi, kalau dia sukses ada sukses fee, kalau tidak sukses dia ada minimum gaji bulanan terus on top dari itu ditentukan oleh suksesnya,” katanya.

Menurut Muliaman, dengan cara ini target 10 juta agen asuransi akan mudah dicapai.

Apalagi, kata dia, tidak ada persyaratan khusus untuk bisa menjadi agen asuransi ini.

“Kita akan manfaatkan part timer, mahasiswa, ibu rumah tangga, ini akan sangat mudah karena tidak ada syarat pendidikan dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Muliaman berharap, lewat cara ini diharapkan bisa menjadi suatu gebrakan di industri jasa keuangan sehingga masyarakat Indonesia bisa lebih melek keuangan.

“Kita akan terus memantau agen, mengutamakan lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sampai daerah dan pelosok desa. Mudah-mudahan ini menjadi satu gebrakan, dalam waktu dekat akan kita lakukan, sebelum habis tahun ini, nanti akan kita launching, akan kita buka,” pungkasnya.

Selain agen asuransi, OJK juga akan menggenjot pertumbuhan IKNB lainnya, yaitu:

  • Program 10.000 Sahabat Maritim
  • Pengembangan Asuransi Mikro & Asuransi Pertanian
  • Pengembangan Kapasitas Asuransi & Reasuransi Dalam Negeri
  • Revitalisasi Modal Ventura
  • Penyesuaian Pembiayaan Kendaraan Bermotor

Sumber: finance.detik.com

Media Sosial Facebook

Media Sosial Facebook

Media Sosial Facebook menghubungkan 115 juta orang di Indonesia, Saat ini, 115 juta orang di Indonesia terhubung dengan teman, kerabat dan unit usaha baik kecil maupun besar1 di Media Sosial Facebook. Akses melalui ponsel merupakan pilihan utama, dimana 97{c5560ba461f11c1d498962cc01efae6557c4a1c17fee5e156eeab6c3c2d99d06} orang mengakses Facebook di gadget berlayar kecil ini. Mereka menggunakan Facebook tidak hanya untuk berbagi momen favorit tetapi juga untuk menyampaikan hal-hal yang penting bagi mereka, baik itu foto pantai Bali yang indah atau makan malam sederhana bersama keluarga.

Tetapi yang terutama, inilah hal – hal yang paling disukai komunitas pengguna Facebook.

Indonesia senang berbagi

Baik itu mode atau makanan, kebugaran atau hari ulang tahun, komunitas yang berjumlah 115 juta orang ini, berbagi lebih banyak posting dari rata-rata pengguna global. Dan mengkomentari konten 60{c5560ba461f11c1d498962cc01efae6557c4a1c17fee5e156eeab6c3c2d99d06} lebih banyak daripada teman-teman lain di seluruh dunia.
Media Sosial Facebook
Karena orang Indonesia terlibat secara aktif, muncul peluang untuk orang-orang menemukan produk dan layanan yang paling sesuai untuk mereka di Facebook.

Indonesia senang komunitas

Komunitas Facebook Indonesia juga sangat tertarik untuk terhubung dan belajar lebih banyak tentang minat, hobi dan bahkan bisnis networking, perlindungan atau Proteksi yang Aman, Investasi dan merek mereka.
Dua dari tiga orang Indonesia adalah bagian dari suatu grup Bisnis , dengan grup terbesar di Facebook adalah komunitas jual beli, Jasa Keuangan, Informasi Investasi, Peluang Bisnis, mobil dan hewan / hewan peliharaan.

Indonesia senang merek

Di Indonesia, orang senang tetap berhubungan dengan bisnis dan merek selain keluarga dan teman mereka. Lebih dari 60{c5560ba461f11c1d498962cc01efae6557c4a1c17fee5e156eeab6c3c2d99d06} di antaranya terhubung dengan bisnis lokal, dan 42{c5560ba461f11c1d498962cc01efae6557c4a1c17fee5e156eeab6c3c2d99d06} orang di negara ini terhubung dengan setidaknya satu bisnis di negara lain2.
Baik itu start up atau merek antar negara, orang Indonesia menyukai cerita dan produk dari bisnis. Perilaku ini tidak hanya terbatas pada kota-kota urban seperti Jakarta. Lebih dari 3 dari 4 pengguna Facebook di Indonesia berbasis di luar ibu kota dan tetap terhubung ke bisnis3.
Orang Indonesia melakukan hal yang luar biasa di Facebook untuk saling mendukung, merayakan budaya Indonesia dan membuka peluang baru bagi diri mereka sendiri. Facebook berkomitmen untuk membantu orang Indonesia berhubungan dengan orang, momen dan bisnis yang berarti bagi mereka.